Setelah Adsense Google Disetujui, Mau Apa??

Beberapa kali mendaftarkan akun web saya ini sebagai penayang iklan google (google adsense), beberapa kali ditolak. Hari ini akun saya memenuhi kriteria sebagai penayang iklan google (google adsense).

bagi orang lain mungkin itu hal yang biasa. Apalagi bagi para master-master peselancar web. Menjadikan akun google adsense mungkin merupakan pekerjaan yang tidak sulit. Bukan sebuah pencapaian dan hal yang sangat biasa. Tapi bagi saya itu sangat luar biasa. Betapa tidak, semenjak dari saya membuat blog apoteksyafana.blogspot.com sekitar tahun 2015 saya sudah mengalami yang namanya penolakan. Mengakhiri tahun 2017 lalu saya masih belum patah arang untuk mencoba mendaftarkan adsense dan ditolak!

Hingga saya mencoba kembali di awal 2018 ini dan alhamdulillah dapat diterima sepenuhnya.

Apa untung ruginya? 

Hal ini menjawab gundah saya sendiri, ketika setelah menjadi adsense lantas mau apa?

Benar kata seorang teman, menjadi adsense tanpa 10.000 kunjungan perhari mungkin hasilnya mustahil untuk dijadikan sandaran penghasilan apalagi untuk penghasilan utama. Saya kira hanya akan jadi mimpi di siang bolong.

Apalah saya, dan siapalah saya, faktanya kunjungan web ini tak sampai 100 per hari. Namun saya ingin mereview perjalanan saya membuat web ini dan membaginya kepada anda yang mungkin sedang bergelut dengan iklan adsense. Dan menjawab pertanyaan dalam judul tulisan saya? Mau apa setelah menjadi akun adsense? Apa manfaatnya?

Pertama, lepaskan dulu sisi materi dalam hal pendapatan dari adsense.

Ini pikiran pertama yang saya bangun, saya membuat web ini memang tidak semata-mata untuk adsense. Saya membangun web ini sebagaimana sebuah rumah usaha atau toko yang memang ingin saya kembangkan. Membuat rumah saya membutuhkan desain yang bagus, material-material yang bagus agar rumah saya diminati. Agar ada yang mau menengok atau sekedar berkunjung ke lapak saya. Saya harus melepaskan diri dari bayang-bayang copy paste tulisan orang, melepaskan diri dari kebiasaan menuliskan hal-hal yang hanya berorientasi pada jumlah artikel tapi tidak berpikir mutu. Ini harus saya tetapkan dan tanamkan sebagai sebuah jiwa dan visi dalam membangun branding web yang kuat.

Kedua, saya hanyalah wirausahawan kecil yang hanya bermodal kreatifitas.

Modal kreatifitas ini harus menjadi unggulan saya dalam mengemas nilai jual terhadap komoditi jualan saya. Saya bukan artis, bukan pegiat media sosial, saya tidak punya pakar web, tidak punya staf admin, semua jabatan saya rangkap. Hal ini tentu tidak bisa disamakan dengan pegiat-pegiat medsos yang punya jutaan follower di media sosial. Saya juga tidak bisa menjual isu-isu agama untuk membuat web saya laku.

Ketiga, tetap fokus pada konsep membangun web dan tidak berhenti berlatih.

Saya sebut sebagai berlatih, 3 tahun bukan waktu yang singkat. Saya mulai mau untuk membuka-buka webmaster tool. Saya berlatih menulis di web saya, berlatih menulis di facebook, di kompasiana, dan banyak lagi. Menulis, membaca, revisi, menulis membaca revisi, revisi lagi, revisi lagi. dan seterusnya.

Keempat, saya butuh dewan juri.

Satu hal yang menyulitkan saya adalah ketiadaan dewan juri. Saya tidak tahu apakah web saya ini bisa muncul dengan baik di mesin pencari, apakah web saya ini bermanfaat untuk pembaca, apakah web saya mudah diakses di setiap menu bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Inilah ketika setiap terjadi penolakan dari adsense saya selalu melakukan introspeksi dan revisi, revisi, revisi dan introspeksi.

Kenapa selalu muncul masalah dalam kemudahan akses? Kenapa selalu muncul konten yang tidak memadai? kenapa muncul masalah terlalu banyak gambar? dan lain-lainnya.

Menjadikan adsense sebagai tolak ukur kinerja dan nilai web. 

Ini yang akhirnya saya lakukan. Adsense saya jadikan tolak ukur untuk menilai apakah web saya sudah memenuhi standar layak minimal sesuai penilaian google atau tidak. Dan euforia saya langsung menyemburat ketika akun saya disetujui sepenuhnya sebagai penayang iklan google.

Apa manfaatnya setelah saya menjadi mitra adsense google ?

  1. Menjadikan saya lebih pede dalam menulis, lebih leluasa dalam menciptakan karya-karya baru baik itu yang terkait dengan kegiatan penulisan maupun dalam kaitannya dengan karya seni yang saya jual di website saya.
  2. Tentu rating website saya di indeks pencarian google akan semakin meningkat dibandingkan ketika saya hanya asal-asalan menulis tanpa adanya juri gratisan yang menilai web saya seperti di waktu-waktu jaman old.
  3. Meningkatkan semangat menulis. Hal ini tentu menjadi sebuah tambahan motivasi baru. Menjadikan website ini lebih kaya manfaat bagi pembaca, bagaimana caranya meningkatkan kunjungan dengan menyuguhkan karya-karya yang bermanfaat. Dan ini saya rasakan sepenuhnya sebagai manfaat dari adsense.
  4. Ada harapan bonus tambahan dari kemitraan adsense dengan google yang bisa jadi akan menjadi peluang dan harapan baru di masa-masa mendatang (yang jelas untuk saat ini belum)
  5. Seharusnya mampu mendongkrak kepercayaan customer saya terhadap kredibilitas website ini. Menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa kepercayaan adalah masalah yang cukup krusial dalam hal transaksi yang tidak berbasis toko online besar yang semuanya menggunakan rekening bersama. Dengan menjadi adsense ini bagi saya sudah merupakan verifikasi dan kepercayaan tambahan dari google atas ketelusuran, content dan mutu website sesuai setandar minimal yang telah mendapat penilaian dari google.

Dan yang terakhir, saya tidak akan mengejar 10.000 kunjungan per hari sebagai sebuah target setelah adsense. Tidak apalah hanya 100 kunjungan sehari. Yang penting 10 diantaranya terkonversi menjadi deal transaksi. (Tapi seandainya terjadi kunjungan sampai 10.000 perhari ya saya tidak menolaknya. hehehe)

Pesan moral saya terutama kepada diri saya sendiri dan kepada para pembaca sekalian. Mari tetap berkarya. Karna karya kita mungkin tidak akan mati bahkan sampai kita mati, sebaliknya pada hakikatnya kita telah mati jika hidup kita berlalu tanpa karya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *