Parasetamol

Parasetamol adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang boleh dibilang paling populer. Mungkin anda tidak terlalu senang menggunakan Parasetamol sebagai obat pilihan ketika anda atau anak anda mengalami demam, nyeri sakit gigi, atau mungkin ketika anda sendiri mengalami keluhan pusing-pusing atau kurang enak badan. Mungkin banyak diantara anda yang lebih memilih Panadol, Sanmol, Lanamol, Tempra, atau mungkin anda lebih menyukai Termorex sebagai obat pilihan Anda. Tahukah anda bahwa semua merk yang saya sebutkan tadi adalah sama secara komposisi? Ya… Panadol, Termorex, Tempra, Lanamol, Sanmol, Pyrexin itu sama komposisinya. Ya… Parasetamol.

Nama Parasetamol sendiri adalah nama generik sedangkan nama-nama merk yang saya sebutkan diatas adalah brand name atau generik bermerk. Lebih Lengkapnya mengenai generik dan paten anda bisa buka pada artikel saya disini

Indikasi :

Penurun panas, pereda nyeri dari nyeri ringan sampai sedang. Parasetamol masuk dalam kelas terapi (kategori) analgesik (pereda nyeri, antipiretik (penurun panas), antiinflamasi (anti peradangan). Namun pada dasarnya daya analgetik parasetamol bisa dibilang lemah. Parasetamol lebih kuat pada daya antipiretiknya atau dengan kata lain parasetamol lebih cocok digunakan untuk penurun panas dibandingkan anti nyeri.

Nama-nama dagang obat bermerk dengan komposisi parasetamol :

Alphamol ; Panadol ; Pyrexin ; Xepamol ; Sanmol ; Analpim ; Calapol ; Citamol ; Cymacold ; Erphamol ; Farmadol ; Fasidol ; Hufagesic ; Mirasik ; Nalgesik ; asamol ; Novagesic ; Omegrip ; Ottopan ; Pacetik ; Paracetol ; Paradyn ; Procet ; Progesic ; Propyretic ; Pyrexin ; Pyridol ; amconal ; Sumagesic ; Tempra ; Termagon ; Tropigesic ; Turpan ; Uni Cetamol ; Varsemol ; Xepamol ; Zetamol.

Anda favorit yang mana?

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian

Dewasa & anak >12 thn; oral 500 mg – 650 mg dapat diminum 3 – 5 kali sehari bilamana diperlukan.

Anak untuk tiap 4-6 jam (maksimum 5 dosis per 24 jam) :

  • < 4 bln (2.7 – 5 kg) 40 mg,
  • 4-11 bln (5-8 kg) 80 mg,
  • 12-23 bln (8-11 kg)120 mg,
  • 2-3 thn (11-16 kg)160

Secara matematis berdasarkan berat badan Parasetamol dosisnya adalah 10 mg/kg berat badan. Hubungi apoteker anda untuk perhitungan dosis Parasetamol.

Kontraindikasi

Hipersensitivitas. Bahasa lain dari hipersensitifitas adalah alergi. Jadi, bila anda punya riwayat alergi terhadap parasetamol, sampaikan kepada dokter ketika anda periksa, dimanapun anda memeriksakan kesehatan anda, sampaikan jika anda alergi terhadap Parasetamol.

Efek Samping

Efek samping dalam dosis terapi jarang ; kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut pernah dilaporkan setelah penggunaan jangka panjang. Tapi secara umum efek sampingnya amat jarang terjadi. Efek samping juga bersifat individual, artinya bisa jadi saya mengalami/merasakan, tapi anda tidak, dan juga sebaliknya. Jadi jangan kuatir dengan efek samping dari Parasetamol.

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol, antikonvulsan, isoniazid : Meningkatkan resiko hepatotoksis,
  • Antikoagulan oral : Dapat meningkatkan efek warfarin,
  • Fenotiazin : Kemungkinan terjadi hipotermia parah

Mengenai hal ini jangan kawatir. Anda tidak perlu belajar farmakologi hanya untuk memikirkan ini. Dokter anda pasti sudah memperhitungkan interaksinya jika meresepkan parasetamol pada anda. Lha itu kan resep, bagaimana kalo pemakaian yang tanpa resep?? Emang anda mau minum campuran apa yang tanpa resep? Isoniazid juga tidak mungkin anda gunakan sendiri tanpa resep wong itu obat tuberculosis. hehehe

Informasi untuk pasien

  • Parasetamol amat fleksibel. Artinya anda minum sesudah makan tidak masalah, bersama dengan makanan juga tidak akan mengurangi atau menambah khasiat dari parasetamol ini. Selengkapnya mengenai cara minum obat silakan klik link ini.
  • Parasetamol pada penggolongan obat menurut FDA termasuk kategori faktor risiko B, artinya relatif aman, bahkan pada masa kehamilan, jika dibandingkan obat lain parasetamol tergolong paling aman. Diekskresikan dalam air susu ibu dalam konsentrasi rendah.
  • Hati-hati pada pasien yang sudah berkurang fungsi hati & ginjal, dan ketergantungan pada alkohol
  • Toksisitas parasetamol dapat disebabkan dari penggunaan dosis tunggal yang toksik, dari penggunaan berulang dosis yang besar, atau penggunan obat yang kronis

Bentuk Sediaan

Tablet, Drop, Sirup/Suspensi dan Sediaan Rektal

Stabilitas dan cara penyimpanan

Sediaan harus disimpan pada suhu 15-30° C. Sediaan bentuk larutan atau suspensi tidak boleh dibekukan. Parasetamol juga tidak perlu penyimpanan di kulkas/almari pendingin. Cukup disimpan di suhu ruang biasa. Yang penting hindarkan dari paparan cahaya langsung dan jauhkan dari jangkauan anak. Tujuannya agar tidak diambil dan dimakan atau diminum oleh anak anda yang tidak mengerti. Bayangkan jika anak anda meminum sebotol Parasetamol. Pasti anda yang pusing dan repot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *