Penggunaan Obat pada Kehamilan

Proses kehamilan pada sebagian besar manusia berlangsung sekitar 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 20 – 38 minggu disebut kehamilan  reterm, sedangkan bila lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postterm.

(Ingat : Trimester ya. Bukan TRISEMESTER) Menurut usianya, kehamilan ini dibagi menjadi 3  yaitu kehamilan trimester pertama 0 – 14 minggu, kehamilan trimester kedua 14 – 28 minggu dan kehamilan trimester ketiga 28 – 42 minggu. Masih banyak lho yang menyebut trisemester. Padahal tri semester itu 18 bulan bukan? Tiga semester lhooo… 1 semester aja 6 bulan. Hehehe.

Lanjut…. Selama masa itu angguan-gangguan pada kehamilan yang umum terjadi adalah :

Mual dan muntah Gangguan pada kehamilan
Liur melimpah Tekanan pada dada
Lemah dan pusing Sariawan
Varises, kejang kaki Wasir atau ambeien, keputihan
Gangguan buang air besar

Gejala-gejala umum tersebut adalah gejala yang bersifat umum. Artinya, bila anda mengalaminya, cobalah menahan diri untuk tidak melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri). Misalnya : anda mengalami mual muntah, jangan sampai ujug-ujug anda beli obat anti muntah. Salah-salah malah bisa kontraindikasi yang membahayakan janin anda yang tentu usianya masih sangat muda pada saat efek mual muntah tersebut timbul.

Bahaya teratogenik sebagai resiko terburuk.

Tahukah anda bahwa ada beberapa obat yang dapat menimbulkan kecacatan pada janin jika diminum selama kehamilan? Penggunaan obat pada saat perkembangan janin dapat mempengaruhi struktur janin pada saat terpapar. Thalidomid adalah contoh obat yang besar pengaruhnya pada perkembangan anggota badan (tangan, kaki) segera sesudah terjadi pemaparan. Pemaparan ini akan berefek pada saat waktu kritis pertumbuhan anggota badan yaitu selama minggu ke empat sampai minggu ke tujuh kehamilan. Mekanisme berbagai obat yang menghasilkan efek teratogenik belum diketahui dan mungkin disebabkan oleh multi faktor. Diantaranya :

  1. Obat dapat bekerja langsung pada jaringan ibu dan juga secara tidak langsung mempengaruhi jaringan janin.
  2. Obat mungkin juga menganggu aliran oksigen atau nutrisi lewat plasenta sehingga mempengaruhi jaringan janin.
  3. Obat juga dapat bekerja langsung pada proses perkembangan jaringan janin, misalnya vitamin A (retinol) yang memperlihatkan perubahan pada jaringan normal. Dervat vitamin A (isotretinoin, etretinat) adalah teratogenik yang potensial.
  4. Kekurangan substansi yang esensial diperlukan juga akan berperan pada abnormalitas. Misalnya pemberian asam folat selama kehamilan dapat menurunkan insiden kerusakan pada selubung saraf, yang menyebabkan timbulnya spina bifida. Paparan berulang zat teratogenik dapat menimbulkan efek kumulatif. Misalnya konsumsi alkohol yang tinggi dan kronik pada kehamilan, terutama pada kehamilan trimester pertama dan kedua akan menimbulkan fetal alcohol syndrome yang berpengaruh pada sistem saraf pusat, pertumbuhan dan perkembangan muka

Ada beberapa obat yang dikenal mempunyai efek teratogenik. Selengkapnya mengenai keamanan obat pada ibu hamil dapat dibaca disini

Prinsip Penggunaan Obat yang Digunakan pada Masa Kehamilan

  1. Pertimbangkan perawatan pada masa kehamilan
  2. Obat hanya diresepkan pada wanita hamil bila manfaat yang diperolah ibu diharapkan lebih besar dibandingkan risiko pada janin
  3. Sedapat mungkin segala jenis obat dihindari pemakaiannya selama trimester pertama kehamilan
  4. Pilihlah obat yang biasa digunakan dan aman digunakan, jangan mencoba-coba obat baru yang tidak anda ketahui.
  5. Gunakan pada dosis efektif terkecil dalam jangka waktu sesingkat mungkin
  6. Hindari polifarmasi, pakailah sesedikit mungkin kombinasinya. Bialamana perlu gunakan obat tunggal.
  7. Pertimbangkan perlunya penyesuaian dosis dan pemantauan pengobatan pada beberapa obat (misalnya fenitoin, litium)

Ingat : cermat dalam meilih obat, biasakan membeli obat di apotek, biasakan bertanya. Informasi obat yang benar akan memberikan keamanan yang maksimal terhadap anda dan calon buah hati anda.

Khusus bagi Anda Tenaga Kefarmasian, Panduan selengkapnya yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI dapat Anda download disini  Pedoman Penggunaan Obat pada Ibu Hamil

Literatur :

PEDOMAN PELAYANAN FARMASI UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI,

Kemenkes RI, 2006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *