Pengalamanku Mengikuti Bedah Lasik

Anda yang berkacamata minus, dan pernah berkeinginan untuk tidak lagi menggunakan kacamata minus pasti pernah mengetahui apa itu LASIK. Lasik atau laser in situ keratomeilousis adalah metode koreksi mata minus yang cukup populer dan masih populer hingga kini. Metode lasik mampu mengkoreksi mata minus, hingga mereka yang mengikuti bedah lasik ini dapat lebih nyaman hidup tanpa kacamata.

Lama saya memendam keinginan saya untuk mengikuti lasik ini hingga akhirnya terwujud  pada Januari 2016 kemarin.  Proses lasik terbilang cukup sederhana. Proses bedahnya hanya membutuhkan waktu sekitar 18 menit untuk dua mata. Saya sendiri tidak memahami definisi bedah, dan kenapa disebut bedah yang mungkin bagi beberapa orang akan menimbulkan kesan ngeri. Dalam prosesnya lasik tidak melibatkan alat-alat medis tajam.

Saya melakukan operasi Lasik di RS Mata. YAP Yogyakarta. Salah satu RS Mata di Indonesia yang cukup populer dalam operasi Lasik. RS YAP cukup populer konon juga karena biayanya yang relatif paling murah diantara RS lain yang menyediakan fasilitas lasik.

Beberapa informasi yang patut anda ketahui tentang bedah lasik :

Pasien lasik harus mendaftar jauh hari sebelumnya untuk kemudian dilakukan pemeriksaan awal.

Bagi anda yang tinggal di luar kota, anda harus mempunyai planning yang baik untuk mengikuti proses lasik ini. Pemeriksaan awal ini memakan waktu hampir sehari penuh melalui pemeriksaan 3 dokter mata meliputi : retina, syaraf dan glaukoma. Jika anda dinyatakan memenuhi syarat dan layak, maka anda akan diagendakan untuk di lasik beberapa hari sesudahnya. Berdasar yang saya alami, lamanya pemeriksaan awal ini sebenarnya lebih ke masalah antrian. Kalau prosesnya sendiri sebenarnya bisa dibilang singkat. Pada pemeriksaan awal, di sesi akhir akan ada tindakan yang membuat pasien merasakan tidak nyaman. Istilah yang disampaikan ke saya waktu itu adalah “dibuka retinanya”. Jangan membayangkan bahwa mata anda akan dibuka dengan alat medis atau bayangan hal-hal ngeri lainnya. Mata anda hanya ditetesi obat, yang efeknya membuat mata menjadi kabur. Memang benar kabur. Melihat tulisan apapun mata seperti “ngeblur”. Tapi ini tidak berlangsung lama, dalam 2 sampai 3 jam penglihatan sudah kembali normal dan efek obat sudah hilang. Untuk mengatasi hal ini pasien akan diedukasi oleh petugas pendaftaran bahwa untuk sesi terakhir dari pemeriksaan ini pasien harus didampingi dan tidak diperbolehkan berkendara sendiri.

Waktu pemulihan yang cukup lama. 

Setelah pelaksanaan lasik jangan dibayangkan anda akan langsung dapat melihat dengan normal seperti sediakala. Pada saat saya menjalani lasik, kondisi minus mata saya adala h-9 kiri dan -6 kanan. Bisa dibayangkan bukan, bagaimana saya jika harus melepas kacamata?

Setelah pelaksanaan operasi, pasien diwajibkan kontrol sehari sesudahnya. Pasien akan mendapatkan perlakuan tetes mata berkali-kali dalam sehari. Ada obat tetes yang harus diteteskan tiap setengah jam, adalagi satunya yang harus diteteskan tiap 1 jam dan seterusnya. Cukup ribet memang dan setidaknya ini akan terjadi dalam beberapa hari. Yang saya catat, selama satu minggu tidak boleh menggunakan hp (tidak bisa menggunakan hp), pandangan amat silau, bahkan di 24 jam pertama tetap masih merasakan silau meskipun sudah mengenakan kacamata hitam.

Setelah satu minggu bedrest di rumah, minggu kedua akan terasa lebih nyaman, minggu ketiga pasien baru diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri. Di waktu-waktu ini saya mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan. Dunia menjadi lebih terang, melihat daun-daun hijau terlihat sampai di gurat-guratnya. Indah pokoknya… hehehe

Selama 6 bulan anda akan terus dipantau kondisinya secara terukur. Jadi peningkatan-demi peningkatan ketajaman penglihatan itu secara nyata diberitahukan kepada anda melalui proses pemeriksaan yang obyektif.

Sejauh yang saya tahu, peserta lasik di RSM YAP Yogyakarta kebanyakan berasal dari luar kota. Kebanyakan adalah usia-usia muda yang ingin melanjutkan sekolah/pendidikan yang mensyaratkan bebas kelainan mata minus, spesifiknya lagi adalah mereka-mereka yang ingin menjadi anggota TNI/Polri.

Hari sebelum operasi.

Petugas di bagian pendaftaran akan memberikan informasi-informasi penting yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh pasien pada hari H pelaksanaan operasi. Termasuk harus membawa kaos kaki yang baru atau setidaknya bersih. Hal ini kenapa? karena kaos kaki akan membantu anda mengusir hawa dingin, didalam ruang operasi wuiiiihhhh… dinginnya menusuk-nusuk sumsum tulang.

Kenapa harus kaos kaki baru??? Tentu anda sudah tahu jawabannya. Jangan sampai bau kaos kaki mengganggu konsentrasi tim medis yang ada di ruangan yang mengoperasi mata anda. hehehe

Hari pelaksanaan operasi.

Hari itu sangat istimewa buat saya. Betapa tidak, separoh lebih dari usia saya selalu berteman dengan kacamata. Hanya mandi dan tidur saja saya lepas dari yang namanya kacamata.

Saya berangkat agak terlambat dari jadwal, bahkan saat saya dalam perjalanan, pihak RS menghubungi dan mengingatkan saya bahwa hari itu jadwal saya operasi. Jadi jangan kuatir jika anda hobi terlambat, anda pasti akan ditelepon oleh pihak rumah sakit. Saya datang bersama istri dan adik saya, juga sahabat dan rekan kerja saya Mujiyanto atau mas Muji yang menggantikan peran saya mengemudi.

Setibanya di RS saya langsung diarahkan ke ruangan operasi, ganti baju operasi, lalu diarahkan masuk ke ruang tunggu. Tidak sempat ndredeg, wong waktu tunggunya begitu cepat. Saya hanya berpamitan pada istri saya, mohon doa dan ridhonya. Yang saya ingat dialah yang akan menanggung resiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin saja terjadi dan menimpa saya hari ini. Itu yang terus menggelayuti benak saya. Di ruang tunggu, ada seorang yang kemudian saya ketahui sebagai mahasiswa praktek (kedokteran). Saya diberikan tetes mata anastesi dan juga obat minum (peroral) sebagai penenang. Saya masih duduk di ruang tunggu. Tanpa mengenakan kacamata. Risih sekali sebenarnya, tapi risih di mata saya telah tertutup oleh bayangan anak-anak saya, istri saya. Alangkah repotnya mereka. Bagaimana jika operasi ini mengalami kegagalan? Bagaimana nasib istri saya, harus merawat saya dan juga dua anak saya yang pada saat itu masih kecil. Saya hanya pasrah dan berdoa. Saya niatkan ingin memulai hidup baru. Dengan penglihatan yang terang benderang. Tak lama kemudian masuklah saya ke ruang operasi. Proses lasik ini pun lebih banyak melibatkan teknologi dibandingkan dengan keterlibatan manusia. Selama proses, keluarga dapat melihat dari luar sampai proses selesai. Disediakan TV untuk keluarga di ruang tunggu pasien. Dari tayangan TV keluarga bisa melihat proses operasi yang dilakukan. Ruang operasi tertutup dengan sekat dan jendela kaca  besar yang dapat dilihat dari luar. Bayangkan saja seperti aquarium.


Ads by PT Sejasa


Selama operasi saya sadar, amat sadar. Bahkan jika anda bertanya apa saja yang dibicarakan oleh dokter dan perawat selama operasi itupun saya masih sanggup dan terekam hingga kini. O iya, sepanjang operasi itu dokter ngobrooooooool terus. Ini sisi yang tidak saya sukai dari operasi Lasik di RS YAP Yogyakarta. Kadang saya berpikir apa karena biayanya lebih murah? Kesannya kok tidak pas saja ya. Ngobrol tentang mantan kok pas operasi, tapi ya mungkin bisa saja sah-sah saja kalo anda punya pendapat lain. hehehe.

Operasi berlangsung hanya 18 menit untuk 2 mata. Hanya dalam waktu 18 menit selesai. Darimana saya tahu? Dari video yang diberikan ke saya. Oiya, anda tidak perlu repot-repot menyuruh keluarga untuk mem-video. Keluarga tinggal melihat proses bedah lasik melalui televisi di ruang tunggu pasien. Nanti dari RS akan Anda akan diberikan dokumentasi proses pembedahan dalam bentuk kepingan CD.

Selesai operasi

Perawat menyuruh saya untuk berdiri, bertanya kepada saya, di luar ada siapa saja. Saya pun mampu menyebutkan satu per satu mereka tanpa bantuan kacamata. Tapi saya kaget juga. Tapi kok tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Mata saya serasa menjadi kabur. Ternyata memang proses pemulihan lasik membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk kembali normal. Jadi seperti yang diatas saya sampaikan  tadi, jangan dianggap sesaat setelah lasik sim salabim mata Anda langsung sembuh total. Sekitar setengah jam Anda dipersilahkan berbaring di ruangan (transit). Mata Anda akan ditetesi dengan tetes mata setiap setengah sampai satu jam sekali. Disini Anda sudah tidak sendiri, ada keluarga yang sudah diperbolehkan masuk menemani.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasca lasik. Cukup rumit. Pasien lasik harus tidak diperbolehkan menggunakan handphone selama satu minggu, ini yang cukup menyiksa buat saya. Bukannya tidak boleh, tapi tidak bisa. Mata benar-benar blur untuk melihat layar handphone, blur dan pedih. Selain itu, aktifitas berkendara baru diperbolehkan setelah minggu ke tiga.

Berapa biayanya?

Mengenai biaya, untuk saat ini biaya bedah lasik di kisaran 20jt untuk dua mata. Biaya operasinya sendiri adalah Rp. 17.500.000,- selebihnya adalah biaya untuk pemeriksaan awal dan obat. Biaya lasik ini sudah termasuk free kontrol selama 6 bulan. Ini adalah  biaya tahun 2016.

Bisakah pakai BPJS? Tidak bisa. Saya tidak tahu kenapa, tapi memang sejauh saya tahu tidak bisa menggunakan BPJS. Dan kalopun bisa mungkin dalam bisa membangkrutkan BPJS dalam beberapa saat saja. Tidak tahu juga kalo suatu saat premi iuran BPJS dinaikkan dan bisa meng-cover biaya untuk lasik ya wallahu a’lam.

Naah, jika anda tertarik untuk melakukan bedah lasik, silakan mencari informasi yang lebih detail ke RS YAP, langsung datang aja, jangan kebanyakan googling, nanti malah tambah bingung. Untuk alamatnya boleh anda cari di google. Itu sah-sah saja. Naah nanti jika sudah ketemu RS nya tidak perlu masuk lewat pendaftaran tengah, Jogja Lasik Center RS YAP ada disisi selatan, (di gedung tersendiri).

RS YAP ini tempatnya asyik, di dalam Jogja Lasik Center Anda akan ditemani oleh alunan musik dari Siti Nurhaliza. Dari tahun 2016 sampai setahun berikutnya ketika saya kontrol, lagunya masih ituuuuu aja. hehehe.

Gedung RS YAP ini merupakan cagar budaya, dulunya bekas kediaman Ratu Belanda, jadi bangunannya khas seperti bangunan Belanda, pintu dan jendelanya tinggi-tinggi. Tapi kesan saya, interior sangat bersih. Di ruang tunggu juga disediakan kopi panas untuk menemani Anda yang gabut karena Antri, untuk Anda penyuka kopi.

Detail lokasinya bisa Anda lihat melalui map berikut. Jika Anda tertarik, bisa langsung kontak ke bagian informasi lasik di RS YAP atau mengintip-intip dulu websitenya disini. Oiya, rumah sakit ini juga telah terakreditasi paripurna (bintang 5).

Percayalah… Hidup ini indah tanpa kacamata.


Ads. by PT Sejasa

 

9 comments

  • Terima kasih telah berbagi
    Insyaallah anak saya akan dilasik di tempat yg sama, baru cari2 informasi

  • Luluh R

    Sy baca diatas menarik tapi brp umur bpk belum di ceritakan
    . Krn sy tertarik buat anak sy baru umur 17 thn cewe . Lasik khusus untuk minus . Ap bisa minus silinder di lasik.. baru rencana…

  • Manik

    Klw untuk operasi LASIK ada batasan umur g ya ..klw udah di masa pensiun 60an tahun seperti bapak saya kira” masih bisa g ya?… terimakasih

    • untuk syarat secara medis termasuk batasan umur mungkin bisa ditanyakan langsung ke RS. YAP. Dokter mata yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang menjalani operasi lasik. Terimakasih atas kunjungannya

  • Rifa

    Pernah dengar pengalaman org ga kalo udah dioperasi lasik ada yg bener bener lulus jadi tni/polri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *