Cerdas Mengakses Google, sebuah Tips Aman Berbelanja Online

Tidak bisa dipungkiri, Google memberi sumbangsih terbesar terhadap pergeseran pola belanja konvensional menuju ke sistem online. Google mempengaruhi bukan hanya pada sektor retail, bahkan sampai ke perluasan ilmu pengetahuan dari yang paling dasar sampai pada tataran ilmiah. Hal ini menggeser budaya masyarakat yang bisa dilihat dari banyak aspek, baik sisi positif maupun negatif yang tidak sedikit. Di satu sisi masyarakat memang memanfaatkan google sebagai sarana mencari akan informasi apa saja, ya… faktanya memang “apa saja ada di google”

Sayangnya para netizen ini sering gagal dalam meninggalkan budaya malas membaca. Ini fakta faktual yang sangat nyata dan hampir selalu saya temukan selama berinteraksi dengan netizen di dunia maya. Memang tidak semua dapat digeneralisir tapi menurut hemat saya, budaya malas ini harus sedikit demi sedikit kita perangi dan kita geser menuju ke budaya yang cerdas dan bijak.

Saya menemukan hampir 8 dari 10 orang customer web saya menanyakan pertanyaan yang hampir sama :

  1. Harganya berapa?
  2. Pengiriman darimana?
  3. Bahannya dari apa?
  4. Ukurannya berapa?

Lama saya mencoba mempelajari dan memperbaiki aspek kemudahan akses dalam website saya. Revisi demi revisi yang saya lakukan tidak memberikanpengaruh signifikan terhadap pola pertanyaan-pertanyaan yang cenderung sama.

Berikut ini saya bagikan tips memanfaatkan google sebagai perpustakaan dunia.

Pertama, jangan berhenti pada searching gambar 

Mari kita amati gambar berikut :

Inilah ilustrasi yang sering saya jumpai terkait dengan pemanfaatan google sebagai mesin pencari. Kebanyakan netizen hanya melakukan satu sampai dua langkah saja untuk menggali informasi atas apa yang mereka ingin dapatkan.

Kedua, lakukan asesmen awal sebelum menghubungi seller.

Sebelum anda memutuskan untuk menghubungi seller, pastikan Anda telah melakukan beberapa langkah atau tahapan awal dalam rangka mengenali seller dan mensinkronkan dengan produk atau jasa apa yang Anda cari. Informasi awal ini sangat penting dan menentukan terhadap kepentingan transaksi Anda berikutnya. Sebelum Anda memutuskan untuk menghubungi seller, setidaknya Anda harus melakukan pra evaluasi terhadap calon pemasok atas barang yang Anda butuhkan meliputi :

  1. Aspek kepastian ketelusuran : dimana letak/lokasi supplier : bisa jadi Anda hanya membutuhkan supplier lokal atau kebijakan kantor Anda mewajibkan penyedia jasa harus dari wilayah setempat.
  2. Aspek bebutuhan : bagaimana deskripsi produknya? Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda?
  3. Aspek kepercayaan (trust) : berapa lama usia supplier atau minimal usia website, bagaimana review produknya, apakah barang-barang atau jasa yang dijual relevan dengan yang anda cari, bagaimana track recordnya.
  4. Aspek kewajaran harga : amati kesesuaian dan kewajaran harga.

Setidaknya setelah Anda memiliki modal 4 langkah tersebut Anda akan mendapatkan jawaban apakah perlu atau tidak menghubungi supplier yang bersangkutan. Dan ketika terjadi komunikasi dengan seller pasti akan terbangun komunikasi dan tanya jawab yang efektif dan anda akan mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan detail.

Ketiga, stop bertansaksi 

Berhati-hatilah atau meragukan jangan lanjutkan transaksi jika :

  1. Harga tidak wajar atau terpaut terlalu jauh dengan harga pasar/harga kewajaran meskipun dengan label atau iming-iming cuci gudang, barang BM, barang luar negeri  dan sejenisnya.
  2. Terdapat review yang tidak baik di lapak atau website penjual
  3. Penjual menanyakan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan jual beli misalnya meminta nomer rekening pembeli, menanyakan saldo dan hal-hal lain yang tidak terkait dengan transaksi.

Berbelanja lewat aplikasi di Tokopedia : dapatkan cashback melalui link berikut : 

Mari manfaatkan google dengan cerdas dan bijak, agar terhindar dari kejahatan-kejahatan cyber yang sebenarnya tercipta dari budaya budaya malas membaca yang ada dalam diri kita sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *