Kartu Antrian Sekaligus untuk Mengukur Kepuasan Pelanggan

 

 

Penataan antrian pendaftaran pasien merupakan proses yang sangat vital dalam pelayanan di puskesmas. Apalagi bagi puskesmas dengan jumlah kunjungan harian yang tinggi. Banyak diantara puskesmas yang sudah mengadopsi sistem antrian dengan menggunakan mesin. Di Kulon Progo Yogyakarta beberapa puskesmas bahkan telah menerapkan sistem pendaftaran dengan mesin APM (Anjungan Pendaftaran Mandiri). Bentuknya tentu saja mirip dengan mesin ATM. Pasien lama bisa mendaftar langsung secara mandiri. Memang elegan dan lebih terlihat profesional.

Silakan klik untuk informasi produk kartu antrian dari klikfarmasi.net

Kendati demikian, di sebagian besar puskesmas masih banyak juga yang menggunakan model antrian dengan sistem kartu antrian. Mengingat banyak hal, pemilihan sistem antrian menggunakan penggunaan APM maupun mesin antrian biasa maupun dengan kartu antrian tentu harus melalui analisa dan kajian hingga benar-benar disepakati bahwa sistem itulah yang memang benar-benar dibutuhkan oleh puskesmas.

Hal ini terkait dengan berbagai pertimbangan misalnya :

  • Kendala kemampuan teknologi : tidak semua orang mempunyai kemampuan dan pemahaman yang merata utk mengoperasikan mesin antrian yang menggunakan prinsip input/entry data
  • Banyak pasien usia lanjut, ada potensi kendala bahasa, di beberapa daerah boleh jadi angka melek hurufnya masih cukup rendah.
  • Perlu ada pendampingan petugas khusus (bagian informasi/customer service atau kalau di bank-bank biasanya dikerjakan pula oleh security yang pertama kali berinteraksi dengan pelanggan. Untuk yang satu ini saya yakin tidak banyak puskesmas yang memiliki tenaganya (SDM-nya)
  • Penggunaan antrian dengan kartu dianggap masih relevan dan mudah dimengerti oleh pasien
  • Kendala anggaran

Jika memang secara faktual memang penggunaan nomer antrian manual, why not? Apalagi jika puskesmas belum mempunyai kemampuan finansial yang mendukung. Di Indonesia saya yakin banyak puskesmas yang masih menggunakan kartu antrian dengan kertas ala kadarnya, kadang ada yang lebih kreatif di print dan dilaminating lalu ditaruh pada lubang yang ada besinya. Membahayakan memang, salah ambil malah bisa-bisa pasien jadi cedera. Inilah yang membuat kartu antrian model tancap ini tidak direkomendasikan, apalagi jika dikaitkan dengan puskesmas yang akan akreditasi. Akan ada faktor pemicu terjadinya KTD atau KPC atau KNC.

Ada beberapa alternatif penataan kartu antrian dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien dari resiko cedera, misalnya menggunakan kotak kayu, kertas, nampan atau menggunakan kotak khusus sebagai tempat menaruh antrian (contoh gambar terlampir)

Bisa difungsikan untuk mengukur kepuasan pelanggan

Kartu ini dapat sekaligus difungsikan sebagai kartu kepuasan pasien (puas/tidak puas) yang dimasukkan dalam kotak kepuasan pasien. Tinggal dibuat berbeda warna dan berbeda desain pada tiap-tiap unit pelayanan.

Dengan menggunakan kartu ini Anda dapat dengan mudah mendeteksi pasien mana yang tidak puas. Saya ilustrasikan detailnya seperti ini :

  1. Di bagian pendaftaran pasien akan mengambil kartu ini sesuai dengan poli/klinik yang dituju. Misalnya poli umum.
  2. Tugas dari petugas poli adalah menandai nomer antrian ini pada selembar kertas, misalnya : No Antrian 10 adalah  Ibu Andri, 11 Ibu budi, 12 Bapak Anto dan seterusnya. Setelah dari Poli Umum pasien tentunya akan melalui serangkaian proses entah itu ke laboratorium, atau ke poli gizi atau ke unit tujuan lain sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan di tempat Anda, sampai pasien terakhir menyelesaikan pelayanan dan memasukkan kartu antrian di kotak kepuasan pelanggan seperti ini
  3. Tim Survey merekap hasil. Tentu di puskesmas sudah ada tim yang akan merekap berapa jumlah pasien puas dan pasien tidak puas di hari itu, atau di hari apa saja dilakukan survey kepuasan pelanggan sesuai SOP masing-masing. Petugas bisa melihat kembali nomor-nomor yang masuk di kotak tidak puas itu nomer berapa. Untuk kepentingan introspeksi dan evaluasi terhadap pelayanan petugas, data ini bisa digunakan untuk menganalisa kira-kira apa yang salah dengan pelayanan pasien tersebut. Tentu saja bukan untuk disikapi secara reaktif. Karena banyak juga puskesmas yang mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan misalnya ada pasien yang dalam pelayanan tidak menampakkan kekecewaan, selalu senyum, tapi sebenarnya hatinya ndongkol, kecewa. Bisa jadi karena antriannya terlalu lama, atau hanya kecewa pada salah satu orang saja yang memberi pelayanan pada hari itu sehingga pasien tersebut memasukkan kartu pada kotak tidak puas

Namu demikian, penggunaan kartu ini sebagai sarana mengukur puas dan tidak puas juga memiliki keterbatasan. Metode semacam ini hanya mampu menampilkan data puas dan tidak puas saja. Tanpa bisa mengetahui sebab ketidakpuasan pasien. Tapi jika Anda mempunyai sistem yang sudah berjalan bagus sebenarnya Anda tidak perlu kuatir, tentu Anda masih punya satu back up lagi dalam menjaring kepuasan pelayanan kepada pasien yakni yakni kotak saran, yang akan menampung saran atau keluhan, bahkan menampung caci maki dari pasien secara lebih obyektif dan bebas.

Sebenarnya masih ada cara lain lagi dalam mengukur kepuasan pelanggan, yang semuanya juga berpulang kepada SOP di masing-masing puskesmas. Pengukuran kepuasan tentu akan diikuti dengan adanya tim survey kepuasan pelanggan. Dan juga dokumen yang menerangkan tentang kapan survey kepuasan pelanggan itu akan dilakukan. Setiap hari? Setiap bulan? atau kapan. Tentu ini nanti akan terkait dengan rekaman dan bukti telusur yang harus dilengkapi jika nanti surveyor bertanya.

Pengukuran kepuasan sebenarnya bisa digabungkan dengan kotak saran dengan memberikan form saran dengan 2 model pertanyaan :

  1. Close question : puas ataukah tidak puas
  2. Open question : jika tidak puas apa masukan Anda?

Dari situ anda tinggal melengkapinya dengan dokumen, rekaman, dan bukti telusur yang diperlukan. Kotaknya anda tidak perlu menyediakan lagi karena Anda bisa menggabungkan dengan kotak saran.

Kartu Antrian PVC

Berikut contoh Kartu Antrian yang bisa Anda masukkan sebagai daftar pertimbangan untuk penataan sistem antrian di tempat Anda.

Kami sudah sejak lama menginisiasi pembuatan nomor antrian yang lebih baik. Nomor antrian yang kami tawarkan ini memiliki beberapa keunggulan

  • Terbuat dari bahan PVC (semacam bahan kartu ATM)
  • Desain menarik dan lebih kaya warna
  • Ukuran seragam karena dipotong dengan pisau pon yang tentu lebih menjamin keseragaman ukuran.
  • Multi aplikasi : pada dasarnya produk ini dapat diaplikasikan dalam berbagai keperluan. Secara umum dapat digunakan sebagai : kartu member, kartu antrian pasien, kartu identitas pegawai, kartu kepuasan pasien, kartu penitipan barang (loker) dan sebagainya
  • Dapat digunakan sebagai kampanye GERMAS : di bagian belakang kartu kami selipkan 10 macam pesan kesehatan secara acak.
  • Harga terjangkau. Kami menjual kartu antrian ini dengan harga Rp.3500/lembar
  • Jaminan keawetan. Kami telah melakukan berbagai uji, diantaranya yang kami lakukan adalah uji perendaman. Anda bisa lihat hasilnya seperti gambar di bawah ini. Jadi saya kira disini saya tidak perlu mendeskripsikan lebih lanjut mengenai keawetan dari kartu ini, terutama dari resiko luntur. Direndam saja tidak luntur apalagi hanya dibawa-bawa pasien.

ANTRIAN (25)

  • Pengiriman mudah dan cepat. Kami berpengalaman melayani pemesanan dan pengiriman ke seluruh Indonesia, dengan pengiriman Pos maupun ekspedisi lainnya. Perkiraan biaya pengiriman dan cara pengiriman dapat langsung kami buatkan pada saat order.

 

Deskripsi Produk :

Kami sediakan kartu antrian untuk memenuhi kebutuhan Anda akan kelengkapan tata graha akreditasi dan penataan sistem antrian pelayanan pasien.

  • Bahan Akrilik PVC 0.76 mm cetak bolak-balik (2 muka)
  • Ukuran 8,5 cm x 5,5 cm
  • Dilengkapi dengan kampanye pesan kesehatan di bagian belakang
  • Dapat memesan dengan warna yang berbeda untuk membedakan unit-unit pelayanan misalnya KIA biru, BP GIGI : warna putih, BP Umum warna merah dsb.

Harga :

  • Rp. 3.500,-

Ketersediaan barang :

  • Pre Order (melalui proses pemesanan)

Cara Pemesanan dan Pembayaran

  • Pemesanan dilakukan melalui Whatsapp atau telp ke nomor 087736029494
  • Transfer dilakukan melalui Rekening BCA 0330889403 A/n Ifa Aris Suminingtyas

Cara Pengiriman :

Kontak kami :

  • Apotek Syafana : Jalan Sidomoyo, km. 1,2  Dukuh, Kel. Sidomoyo, Kec. Godean, Sleman, DIY (Jl. Godean km 6 Perempatan Sate Munggur/ Toko Cat Lancar ke utara kira-kira 1,5 km) silakan lihat map disini
  • Telp/HP. 087736029494
  • Website : www.klikfarmasi.net
  • Email : trisnoapt@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *